Sejak memulai debutnya di tahun 1997 lalu, Quantic Dream sudah banyak dikenal sebagai developer yang mengembangkan beberapa seri game dengan kekuatan jalan cerita dan imbas konsekuensi terkuat. Heavy Rain dan Beyond Two Souls adalah dua seri game andalan mereka yang berhasil membawa kesuksesan terbesar sejauh ini. Selain mengerjakan proyek game, Quantic Dream sempat merilis tech demo bernamaKara yang memperlihatkan sosok android wanita dengan latar belakang penuh makna. Walaupun singkat, banyak fans ingin melihat bagaimana konsep ini dapat berkembang menjadi sebuah kisah baru.
Demi mewujudkan keinginan tersebut, David Cage dan tim developer memutuskan untuk mengembangkan game terbaru mereka yang berjudul Detroit: Become Human. Seperti yang bisa ditebak, game ini masih berfokus pada penyampaian jalan cerita dan mekanisme gameplay dimana kamu dihadapkan pada segudang keputusan yang dapat mengubah aliran jalan cerita, bahkan sejak awal permainan sekalipun.
Detroit, kota yang dipenuhi konflik dan diskriminasi terhadap Android
Jalan cerita dalam game ini mengambil latar kota futuristik Detroit pada tahun 2039. Pada masa ini, manusia telah berhasil membuat sebuah robot humanoid bernama Android. Selain memiliki penampilan dan susunan organ yang mirip dengan manusia, Android memiliki tingkat kecerdasan dan terbukti dapat melakukan segala macam pekerjaan dengan efektif. Berawal sebagai robot yang membantu manusia, banyak perusahaan mulai memecat tenaga kerja mereka untuk menggantikannya dengan Android yang dinilai lebih superior.
Inilah saat dimana perkembangan teknologi mulai menjadi mimpi buruk bagi manusia yang hidup dalam kota ini. Banyak orang melakukan aksi demo di jalanan hingga melakukan tindakan diskriminatif terhadap android. Skenario seperti ini memang sangat bisa dipahami, tapi apakah para android benar-benar patut untuk disalahkan? Apakah mereka berhak untuk hidup berdampingan dengan manusia? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan mulai muncul dalam pikiranmu setelah memainkan gamenya secara langsung.
Untuk mempresentasikan potret kehidupan yang sesungguhnya dalam game ini, jalan ceritanya dibagi dalam tiga jalur dengan karakter utama berbeda. Pertama, kamu akan berperan sebagai android bernama Connor. Dia adalah detektif yang diutus oleh Cyberlife untuk menangani beberapa kasus dari aksi pemberontakan android yang terlihat mulai memiliki sisi kemanusiaan. Karakter selanjutnya adalah Kara, dia berperan sebagai pembantu rumah tangga yang pada suatu hari harus membawa kabur putri majikannya dari sang ayah psikopat. Sementara karater terakhir adalah Marcus, dia berperan sebagai pengasuh seniman tua yang sudah dianggapnya sebagai ayah sendiri.
Kamu mungkin akan terkejut, karena deskripsi peran tiap karakter yang Kru KotGa tuliskan ini akan memiliki skenario berbeda tergantung dari keputusan masing-masing. Contohnya seperti Kara, dia bisa saja tidak harus membunuh majikannya yang psikopat dan membiarkan opsi jalan cerita lain mengalir begitu saja.
Gameplay sinematik yang tidak lepas dari momen dramatis
Bicara soal mekanisme gameplay, Saya sayangnya tidak bisa merekomendasikanDetroit: Become Human kepada semua kalangan, terutama bagi gamer yang menyukai gameplay dengan elemen action dominan. Penyampaian jalan cerita adalah fokus utamanya, tapi disini kamu dapat merubah keseluruhan alurnya bahkan sejak awal permainan. Ada banyak sekali keputusan yang harus kamu ambil dalam waktu terbatas, jadi pastikan untuk memilih opsi terbaik sesuai perasaanmu, karena secara tidak langsung kamulah yang menentukan nasib yang harus dihadapi tiap karakternya.
Salah satu contohnya bisa kamu lihat dari nasib yang dialami Markus, pada suatu hari dia dan majikannya Charlie melihat gerak-gerik mencurigakan di ruang seni, Markus diperintah untuk memanggil polisi sebagai langkah pengamanan. Orang yang menerobos ternyata adalah putra kandung Charlie yang meminta uang dengan paksa dan menindas Markus yang dianggapnya sebagai mainan plastik (Karena dia adalah android). Setelah Markus dihajar, Charlie tiba-tiba terkena serangan jantung yang akhirnya merenggut nyawanya. Markus yang menangisi kematian orang terdekatnya itu kemudian dituduh oleh anak Charlie sebagai pembunuh, sehingga polisi langsung menangkapnya. Tergantung dari keputusan yang kamu ambil, keselamatan nyawa Charlie dan nasib Markus bisa saja berubah.
Sesi gameplay yang ditawarkannya sendiri cukup serupa dengan game point to click, tapi disini perbedaannya kamu bisa mengendalikan karakter layaknya game third person action. Selain dihadapkan pada skenario cerita berbeda, ketiga karakter utama dalam game ini memiliki pendekatan aksi gameplay yang berbeda. Sayangnya sesi gameplay terbaik mungkin dirasakan sebagian besar pemain saat berperan menjadi Connor, alasannya karena dia adalah detektif yang harus menangani beragam kasus dengan melakukan investigasi TKP, merekonstruksi kejadian kriminal dengan dinamis, menginterogasi, hingga mengamati keseluruhan perkembangan kasus dan dapat merekonstruksi.
Setelah menyelesaikan satu alur cerita, History dari semua keputusan yang sudah kamu ambil dari awal hingga akhir akan ditampilkan, dari sinilah kamu bisa melihat keputusan mana yang memiliki dampak terbesar dan opsi lain yang bisa kamu pilih untuk mendapatkan ending baru. Yup benar sekali, setiap chapter kecil biasanya memiliki ending berbeda yang bahkan memberikan dampak besar pada keseluruhan jalan ceritanya.
Beralih ke kualitas grafis, Detroit: Become Human benar-benar terlihat luar biasa. Saya bahkan tidak ragu untuk menyebutnya sebagai game dengan kualitas grafis next-gen terbaik, dan itupun masih belum dihitung dari atmosfer dunia yang terasa hidup layaknya di dunia nyata. Lebih mengagumkannya lagi, Quantic Dream ternyata sudah menyempurnakan kualitas grafisnya sejak tahun 2016 lalu. Sebuah langkah yang tidak banyak dilakukan developer zaman sekarang memang yang cenderung selalu melakukan downgrade.
Konsekuensi demi konsekuensi yang dapat menentukan masa depan Detroit
Tidak hanya menentukan nasib dari setiap karakter utama dan pendukung saja, semua keputusan yang kamu ambil dapat menentukan masa depan Detroit itu sendiri. Perlu diingat kalau di game ini kamu berperan sebagai android yang mendapatkan perlakuan rendah dari manusia, jadi penindasan ini bisa saja berujung pada pengambilan keputusan yang salah dan menuntun kamu dalam rute bad ending. Merubah sudut pandang manusia terhadap android bukanlah pekerjaan mudah, tapi setidaknya hal tersebut tidak benar-benar mustahil.
Contohnya adalah hubungan antara Connor dan rekan detektifnya inspektur Hank yang sangat membenci android. Awalnya dia memperlakukan Connor layaknya sampah, tapi seiring berjalannya waktu dia mulai mengakuinya sebagai teman baik yang memiliki hati lebih mulia daripada manusia. Apapun tujuan yang ingin kamu raih, Detroit: Become Human menawarkan segudang opsi yang tidak lepas dari konsekuensi.
Kesimpulan
Usaha Quantic Dream untuk mengembangkan suksesor Heavy Rain danBeyond: Two Souls berhasil terbayarkan dengan manis berkat game ini. Detroit: Become Human tidak hanya menyuguhkan pemain lewat jalan cerita dari perspektif tiga karakter sentral yang fantastis, tapi setiap keputusan yang kamu ambil juga dapat merubah keseluruhan jalan cerita pada tingkatan paling serius. Tidak setiap momen dalam game ini akan membuat kamu merasa terpaku memang, tapi keseluruhan pengalaman yang saya rasakan setelah memainkannya benar-benar sangat memuaskan.
Kontrol karakter dan sudut pandang kamera sayangnya masih jadi permasalahan teknis yang belum diperbaiki oleh pihak developer sejak dulu. Untungnya permasalahan ini bersifat minor dan tidak terlalu mengganggu pengalaman bermain. Bagi kamu yang menyukai game dengan fokus jalan cerita fantastis dan memberikan sensasi yang sama seperti saat menonton film, maka tidak ada alasan bagi kamu untuk melewatkan mahakarya terbaik dari Quantic Dream yang satu ini.
(Source:KotGa)
- (+) KELEBIHAN
- Jalan cerita fantastis dari tiga sudut pandang karakter
- Setiap keputusan memiliki konsekuensi penting
- Banyak opsi rute cerita dan ending
- Kualitas grafis kelas atas dengan atmosfer layaknya dunia nyata
- Dipenuhi momen dramatis yang mengejutkan dan emosional
- (-) KEKURANGAN
- Kontrol karakter dan kamera yang masih bermasalah
