Game FrostPunk, Game Simulasi Yang Menguji Rasa Kemanusiaanmu - Malaikat Gamers

Halaman

    Social Items

Game Frostpunk, Game Simulasi Fantastis Yang Menguji Rasa Kemanusiaan Mu


Bicara soal perkembangan game simulasi khususnya yang mengedapankan konsep "City Builder," beberapa tahun terakhir sepertinya tidak ada game yang berhasil menawarkan sebuah pengalaman baru. Marketing yang lemah dari developer juga bisa menjadi salah satu alasan, karena sebenarnya banyak game simulasi indie di pasaran yang kualitasnya patut untuk diapresiasi. Mencoba bertahan dari gelombang persaingan yang kuat dari genre populer seperti Battle Royale dan MOBA, developer 11 Bit Studios baru saja merilis proyek terbaru mereka yang berjudul Frostpunk.

Developer yang dikenal dari seri This War of Mine ini sudah mendapatkan sambutan hangat dari banyak komunitas, salah satunya berkat pendekatan konsep menarik sebuah game survival yang belum pernah ada sebelumnya. Tidak kehabisan ide dan justru merombaknya ke dalam format baru, Frostpunk terbukti dapat mencuri perhatian jutaan gamer dalam waktu kurang dari dua minggu.

Lalu apa sebenarnya yang membuat game ini begitu spesial? Untuk menjawab rasa penasaranmu, yuk! simak review lengkap dibawah ini.

Kehangatan, Satu-satunya Harapan Untuk Mempertahankan Eksistensi Planet

Jalan cerita dalam Frostpunk mengambil latar dunia yang dilanda oleh perubahan iklim yang sangat ekstrim, dimana seluruh dataran diselimuti oleh salju dan es akibat suhu yang terus menurun hingga -100 derajat. Hampir seluruh populasi di seluruh dunia telah lenyap, sementara sisanya harus menempuh perjalanan mengitari benua untuk menemukan tempat baru yang setidaknya bisa membuat mereka bertahan hidup. Dalam game ini kamu berperan sebagai pemimpin koloni yang pada suatu hari menemukan dataran rendah luas dengan generator sebagai pusat tenaganya.



Daripada sebagai pusat tenaga, generator ini adalah satu-satunya harapan yang tersisa untuk menyelamatkan kolonimu. Bagaimana cara kerjanya? Disini kamu harus membangun sebuah kota baru yang mengelilingi generator. Generator bisa dibilang adalah jantung kehidupan untuk mempertahankan kotamu, karena sumber kehangatan hanya bisa dihasilkan dari mesin ini. Jadi fokuskan tugas pertamamu untuk membangkitkan generator terlebih dahulu, caranya sendiri adalah dengan mengumpulkan batu baru dari salvage point. Kamu hanya perlu mengirim beberapa pekerja dan teknisi untuk mengangkut persediaanya, tapi pastikan untuk melakukannya secepat mungkin sebelum matahari mulai terbenam.



Setelah generator aktif dan akhirnya kota sudah mulai mendapatkan kehangatan, disinilah ujianmu sebagai pemimpin koloni mulai diuji. Karena tingkat kesulitan dalam game ini jauh lebih tinggi dari game simulasi lainnya, kamu pastinya harus selalu menutupi permasalahan kecil dan mengatur cara paling efektif untuk mendapatkan sumber daya sebanyak-banyaknya, terutama batu bara.

Sukses Bangun Kota Masa Depan Atau  Berakhir Dalam Keputusasaan.

Jika mengumpulkan sumber daya bukan lagi permasalahan serius, mungkin ada baiknya jika kamu lebih memfokuskan sebagian besar aktifitas pada sektor pembangunan. Pertama-tama kamu harus membangun pondok untuk menampung semua anggota koloni. Karena tanpa adanya atap untuk melindungi mereka dari cuaca bersalju, setiap penduduk nantinya akan rewan terkena penyakit. Selain membangun pondok, kamu juga wajib membangun beberapa sarana pokok seperti klinik, post berburu, gudang pengolahan makanan, dan berbagai sarana lain yang dapat membantu proses pembangunan dan menjaga kebutuhan penduduk tetap terpenuhi.




Cukup sederhana memang, tapi eksekusinya tidak semudah yang kamu pikirkan. Berbeda dari game simulasi lainnya dimana kamu bisa mengatur jalannya pembangunan tanpa batasan waktu, Frostpunk menetapkan mekanisme jam kerja yang harus dijalani penduduk. Jadi saat kamu berada dalam situasi terdesak karena jumlah sumber daya yang terbatas di malam hari, kamu harus menunggu setidaknya sampai besok saat semua penduduk sudah bangun dan siap bekerja lagi. Untuk mengatasi skenario ini, kamu bisa membuat perjanjian lewat Book of Laws untuk memperpanjang durasi jam kerja yang bahkan bisa mencapai 24 jam. Karena cukup beresiko, Kru KotGa sangat merekomendasikan kamu untuk menggunakan Book of Laws dalam situasi paling terdesak saja.

Sumber daya dan sarana pokok sudah berhasil diatasi dengan baik, maka inilah saat paling tepat untuk mulai mengembangkan produksi skala besar dan interaksi dengan dunia luar. Produksi skala besar disini adalah membuat beberapa sarana yang dapat mengangkut sumber daya dalam jumlah melimpah, salah satu contohnya seperti membangun tambang batu bara. Kamu juga bisa membuka workshop dan mempekerjakan teknisi ahli untuk membuat berbagai gadget dan teknologi mutakhir.




Teknologi paling penting yang harus kamu buat pertama kali adalah Beacon, yang merupakan balon terbang untuk mengamati wilayah sekeliling dalam radius luas. Dengan menggunakan Beacon, kamu bisa menyelamatkan anggota koloni yang tersesat maupun mencari area baru dengan potensi sumber daya melimpah. Sistem teknologi memiliki peranan yang sangat penting untuk tetap membuat kotamu bisa hidup, jadi pastikan untuk selalu mengawasinya setiap saat dan menambah ektivitas seluruh sarana yang ada.

Konsekuensi Yang Mengajarkan Kamu Betapa Pentingnya Kehidupan Manusia

Inilah bagian yang membuat game ini sangat dipuji sekaligus dikecam dalam artian baik disaat yang bersamaan. Seperti yang Kru KotGa bahas sebelumnya mengenai konsekuensi dan peran Book of Laws yang penuh resiko, pastinya setiap pemain tidak bisa beralih dari skenario terburuk untuk menghadapinya. Sebelum berhadapan dengan Book of Laws, dari awal kamu sebenarnya sudah dihadapkan pada konsekuensi yang mungkin tidak kamu sadari. Contohnya bahkan bisa kamu lihat saat membangun pondok dan menentukan posisinya, jika posisinya salah dan kamu memutuskan untuk menghancurkannya, otomatis penduduk akan langsung kecewa karena janji yang diingkari. Untuk mengetahui bagaimana respon penduduk akan kehidupan baru di kota ini, kamu bisa melihat bar yang mengindikasikan Discontent (Kekecewaan) dan Hope (Harapan).





Sekarang masuk dalam fitur yang paling ekstrim dalam game ini, yang tidak lain adalah Book of Laws. Fitur ini sebenarnya adalah kumpulan kontrak yang bisa digunakan untuk mengatasi berbagai macam keadaan darurat. Setiap masalah yang kamu hadapi memiliki dua pilihan alternatif untuk diselesaikan, tapi konsekuensi yang harus ditanggung sangatlah berat. Salah satu contohnya seperti saat seorang pekerja berada di ambang kematian karena frostbite dan harus diselamatkan. Disini kamu bisa memilih untuk mengamputasi anggota tubuhnya dengan konsekuensi pekerja yang tidak efektif, atau kamu bisa merawat tanpa menyembuhkannya tapi berujung pada keterbatasan tenaga medis karena harus merawat pekerja tidak berguna. Percaya atau tidak, skenario ini masih sederhana dibandingkan dengan kontrak lainnya yang jauh lebih tidak manusiawi lagi.

Jadi Kesimpulannya


Frostpunk adalah contoh sempurna dari persaingan yang tidak mustahil dalam merebut hati para gamer. Berangkat sebagai game simulasi besutan developer indie yang masih kurang populer,Frostpunk berhasil menawarkan sebuah game City Builder dengan konsep paling brutal dan unik yang pernah ada. Disini kamu tidak hanya dituntut untuk mempertahankan eksistensi umat manusia dan sekedar membangun kota yang layak dihuni, tapi rasa kemanusiaanmu juga ikut diuji dalam tingkatan yang lebih ekstrim dari game story based sekalipun.


Game FrostPunk, Game Simulasi Yang Menguji Rasa Kemanusiaanmu

Game Frostpunk, Game Simulasi Fantastis Yang Menguji Rasa Kemanusiaan Mu


Bicara soal perkembangan game simulasi khususnya yang mengedapankan konsep "City Builder," beberapa tahun terakhir sepertinya tidak ada game yang berhasil menawarkan sebuah pengalaman baru. Marketing yang lemah dari developer juga bisa menjadi salah satu alasan, karena sebenarnya banyak game simulasi indie di pasaran yang kualitasnya patut untuk diapresiasi. Mencoba bertahan dari gelombang persaingan yang kuat dari genre populer seperti Battle Royale dan MOBA, developer 11 Bit Studios baru saja merilis proyek terbaru mereka yang berjudul Frostpunk.

Developer yang dikenal dari seri This War of Mine ini sudah mendapatkan sambutan hangat dari banyak komunitas, salah satunya berkat pendekatan konsep menarik sebuah game survival yang belum pernah ada sebelumnya. Tidak kehabisan ide dan justru merombaknya ke dalam format baru, Frostpunk terbukti dapat mencuri perhatian jutaan gamer dalam waktu kurang dari dua minggu.

Lalu apa sebenarnya yang membuat game ini begitu spesial? Untuk menjawab rasa penasaranmu, yuk! simak review lengkap dibawah ini.

Kehangatan, Satu-satunya Harapan Untuk Mempertahankan Eksistensi Planet

Jalan cerita dalam Frostpunk mengambil latar dunia yang dilanda oleh perubahan iklim yang sangat ekstrim, dimana seluruh dataran diselimuti oleh salju dan es akibat suhu yang terus menurun hingga -100 derajat. Hampir seluruh populasi di seluruh dunia telah lenyap, sementara sisanya harus menempuh perjalanan mengitari benua untuk menemukan tempat baru yang setidaknya bisa membuat mereka bertahan hidup. Dalam game ini kamu berperan sebagai pemimpin koloni yang pada suatu hari menemukan dataran rendah luas dengan generator sebagai pusat tenaganya.



Daripada sebagai pusat tenaga, generator ini adalah satu-satunya harapan yang tersisa untuk menyelamatkan kolonimu. Bagaimana cara kerjanya? Disini kamu harus membangun sebuah kota baru yang mengelilingi generator. Generator bisa dibilang adalah jantung kehidupan untuk mempertahankan kotamu, karena sumber kehangatan hanya bisa dihasilkan dari mesin ini. Jadi fokuskan tugas pertamamu untuk membangkitkan generator terlebih dahulu, caranya sendiri adalah dengan mengumpulkan batu baru dari salvage point. Kamu hanya perlu mengirim beberapa pekerja dan teknisi untuk mengangkut persediaanya, tapi pastikan untuk melakukannya secepat mungkin sebelum matahari mulai terbenam.



Setelah generator aktif dan akhirnya kota sudah mulai mendapatkan kehangatan, disinilah ujianmu sebagai pemimpin koloni mulai diuji. Karena tingkat kesulitan dalam game ini jauh lebih tinggi dari game simulasi lainnya, kamu pastinya harus selalu menutupi permasalahan kecil dan mengatur cara paling efektif untuk mendapatkan sumber daya sebanyak-banyaknya, terutama batu bara.

Sukses Bangun Kota Masa Depan Atau  Berakhir Dalam Keputusasaan.

Jika mengumpulkan sumber daya bukan lagi permasalahan serius, mungkin ada baiknya jika kamu lebih memfokuskan sebagian besar aktifitas pada sektor pembangunan. Pertama-tama kamu harus membangun pondok untuk menampung semua anggota koloni. Karena tanpa adanya atap untuk melindungi mereka dari cuaca bersalju, setiap penduduk nantinya akan rewan terkena penyakit. Selain membangun pondok, kamu juga wajib membangun beberapa sarana pokok seperti klinik, post berburu, gudang pengolahan makanan, dan berbagai sarana lain yang dapat membantu proses pembangunan dan menjaga kebutuhan penduduk tetap terpenuhi.




Cukup sederhana memang, tapi eksekusinya tidak semudah yang kamu pikirkan. Berbeda dari game simulasi lainnya dimana kamu bisa mengatur jalannya pembangunan tanpa batasan waktu, Frostpunk menetapkan mekanisme jam kerja yang harus dijalani penduduk. Jadi saat kamu berada dalam situasi terdesak karena jumlah sumber daya yang terbatas di malam hari, kamu harus menunggu setidaknya sampai besok saat semua penduduk sudah bangun dan siap bekerja lagi. Untuk mengatasi skenario ini, kamu bisa membuat perjanjian lewat Book of Laws untuk memperpanjang durasi jam kerja yang bahkan bisa mencapai 24 jam. Karena cukup beresiko, Kru KotGa sangat merekomendasikan kamu untuk menggunakan Book of Laws dalam situasi paling terdesak saja.

Sumber daya dan sarana pokok sudah berhasil diatasi dengan baik, maka inilah saat paling tepat untuk mulai mengembangkan produksi skala besar dan interaksi dengan dunia luar. Produksi skala besar disini adalah membuat beberapa sarana yang dapat mengangkut sumber daya dalam jumlah melimpah, salah satu contohnya seperti membangun tambang batu bara. Kamu juga bisa membuka workshop dan mempekerjakan teknisi ahli untuk membuat berbagai gadget dan teknologi mutakhir.




Teknologi paling penting yang harus kamu buat pertama kali adalah Beacon, yang merupakan balon terbang untuk mengamati wilayah sekeliling dalam radius luas. Dengan menggunakan Beacon, kamu bisa menyelamatkan anggota koloni yang tersesat maupun mencari area baru dengan potensi sumber daya melimpah. Sistem teknologi memiliki peranan yang sangat penting untuk tetap membuat kotamu bisa hidup, jadi pastikan untuk selalu mengawasinya setiap saat dan menambah ektivitas seluruh sarana yang ada.

Konsekuensi Yang Mengajarkan Kamu Betapa Pentingnya Kehidupan Manusia

Inilah bagian yang membuat game ini sangat dipuji sekaligus dikecam dalam artian baik disaat yang bersamaan. Seperti yang Kru KotGa bahas sebelumnya mengenai konsekuensi dan peran Book of Laws yang penuh resiko, pastinya setiap pemain tidak bisa beralih dari skenario terburuk untuk menghadapinya. Sebelum berhadapan dengan Book of Laws, dari awal kamu sebenarnya sudah dihadapkan pada konsekuensi yang mungkin tidak kamu sadari. Contohnya bahkan bisa kamu lihat saat membangun pondok dan menentukan posisinya, jika posisinya salah dan kamu memutuskan untuk menghancurkannya, otomatis penduduk akan langsung kecewa karena janji yang diingkari. Untuk mengetahui bagaimana respon penduduk akan kehidupan baru di kota ini, kamu bisa melihat bar yang mengindikasikan Discontent (Kekecewaan) dan Hope (Harapan).





Sekarang masuk dalam fitur yang paling ekstrim dalam game ini, yang tidak lain adalah Book of Laws. Fitur ini sebenarnya adalah kumpulan kontrak yang bisa digunakan untuk mengatasi berbagai macam keadaan darurat. Setiap masalah yang kamu hadapi memiliki dua pilihan alternatif untuk diselesaikan, tapi konsekuensi yang harus ditanggung sangatlah berat. Salah satu contohnya seperti saat seorang pekerja berada di ambang kematian karena frostbite dan harus diselamatkan. Disini kamu bisa memilih untuk mengamputasi anggota tubuhnya dengan konsekuensi pekerja yang tidak efektif, atau kamu bisa merawat tanpa menyembuhkannya tapi berujung pada keterbatasan tenaga medis karena harus merawat pekerja tidak berguna. Percaya atau tidak, skenario ini masih sederhana dibandingkan dengan kontrak lainnya yang jauh lebih tidak manusiawi lagi.

Jadi Kesimpulannya


Frostpunk adalah contoh sempurna dari persaingan yang tidak mustahil dalam merebut hati para gamer. Berangkat sebagai game simulasi besutan developer indie yang masih kurang populer,Frostpunk berhasil menawarkan sebuah game City Builder dengan konsep paling brutal dan unik yang pernah ada. Disini kamu tidak hanya dituntut untuk mempertahankan eksistensi umat manusia dan sekedar membangun kota yang layak dihuni, tapi rasa kemanusiaanmu juga ikut diuji dalam tingkatan yang lebih ekstrim dari game story based sekalipun.